Mulailah dengan sikap yang optimis dan pandangan yang positif
Memulai sesuatu mungkin adalah bagian yang sulit. Namun, tahap berikutnya akan semakin sulit jika pikiran kita terus terpancang pada hal-hal yang sulit saja. Sesuatu menjadi mudah atau sulit tergantung dari sikap dan cara pandangmu.Untuk mulai mempelajari suatu bahasa, jangan pernah berpikir “ini pasti bakal sulit” atau “aku nggak bisa”. Siapapun bisa mempelajari bahasa manapun, asal dimulai dengan sikap yang optimis. Kuncinya, jangan memulai dengan mencari bagian yang sulit dipelajari, tapi mulailah dari mencari bagian yang mudah dipelajari. Carilah alasan kenapa bahasa tersebut mudah dipelajari. Jadi kamu akan merasa PD dengan dirimu.
Kamu bisa! via www.robinsharma.com
Lupakan paramasastra (grammar) dan mulailah dengan bicara (conversation)
Ya, kamu nggak salah baca kok. Tujuan utama artikel ini adalah supaya kamu fasih BERBICARA bahasa asing. Jadi, lupakan paramasastra atau grammar pada tahap awal kamu mempelajari suatu bahasa.
Grammar? Nanti dulu via dangerouslee.biz
Manfaatkan Google untuk memperbaiki paramasastra dan ejaan kata
Zaman sekarang, kamu tidak perlu lagi kesulitan mengecek apa paramasastra dan ejaan yang kamu pakai sudah tepat. Dengan Google, kamu bisa melakukannya hanya dalam hitungan detik. Untuk menentukan mana grammar dan ejaan yang tepat dari suatu kalimat/kata, kamu tinggal membandingkan jumlah hasil pencariannya di Google. Yang lebih banyak hasilnya biasanya adalah yang lebih tepat. Mudah sekali, bukan?
Mbah Google via mashable.com
Gunakan Google Image sebagai kamus online
Mencari arti kata lewat kamus konvensional tidak akan membantumu mengingat kosakata baru dengan cepat. Kekurangan yang kedua, kamus konvensional tidak selalu tepat dalam menerjemahkan kata asing ke bahasa kita. Alih-alih menggunakan kamus konvensional, kamu bisa menggunakan Google Image untuk mendeskripsikan kata yang kamu cari. Dengan menggunakan gambar, mengingat kosakata asing akan menjadi jauh lebih mudah .Aktiflah di forum-forum diskusi berbahasa asing
Katakanlah kamu sudah mempelajari kosakata dan tata bahasa serta mendengarkan rekaman audio secara pasif selama bertahun-tahun, sehingga kemampuan menulis dan mendengarkanmu cukup baik. Namun, kemampuanmu akan sia-sia kamu tidak pernah mempraktikkan bahasa asing tersebut dalam obrolan atau diskusi.
Latih bicaramu dalam diskusi via godhungry.org
Kalo kamu agak malu untuk ngomong di forum diskusi, kamu juga bisa lho belajar ngobrol dengan native speaker lewat video call seperti Skype atau Google Hangouts.
Ukur perkembanganmu dalam hitungan jam
Sudah berapa tahun kamu belajar bahasa asing?Miskonsepsi dari ukuran seberapa lama kamu belajar suatu bahasa asing adalah kita selalu mengukurnya dalam hitungan hari, bulan, bahkan tahun. Rasanya kamu . Padahal kalau mau jujur, sebenarnya kamu hanya mencurahkan waktu beberapa jam sehari atau mungkin beberapa jam seminggu untuk mempelajari bahasa asing tersebut.
Waktu adalah ilusi via mariashriver.com
Coba deh mulai mengukur waktu belajar berbahasa asingmu dalam hitungan jam. Dengan itu, kamu bisa memperkirakan perkembangan kemampuan berbahasamu secara lebih efisien.
Jadi, sudah berapa jam yang kamu habiskan untuk bisa fasih berbahasa asing?

